Fenomenologi Transformasi Ruang Hidup Masyarakat Suku Duano di Pesisir Indragiri Hilir
Abstract
Suku Duano merupakan komunitas Proto-Melayu yang dikenal sebagai orang laut, dengan sejarah kehidupan maritim yang kuat. Secara historis, masyarakat Suku Duano menjalani pola hidup nomaden dengan bermukim di atas perahu dan menjadikan laut sebagai ruang utama kehidupan. Ketergantungan pada ekosistem perairan menjadikan sumber daya laut sebagai basis penghidupan, yang selanjutnya membentuk struktur ruang, pola aktivitas, dan sistem sosial budaya masyarakat. Namun, sejak dekade 1970-an, Suku Duano mengalami transformasi ruang hidup yang signifikan. Berbagai faktor, termasuk kebijakan pemerintah dan perubahan sosial-ekonomi, mendorong komunitas ini beralih dari kehidupan nomaden di laut menuju pola bermukim yang lebih menetap di wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dan kontekstual proses transformasi permukiman tersebut serta perubahan makna ruang yang menyertainya, melalui pendekatan fenomenologi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi permukiman Suku Duano tidak hanya ditandai oleh pergeseran dari perahu ke hunian permanen, tetapi juga oleh perubahan tata ruang hunian, pola melaut, pengetahuan lokal, serta pergeseran objek tangkapan. Ruang hidup masyarakat Suku Duano di kawasan pesisir saat ini terbentuk melalui relasi yang erat antara manusia, air, muara, dan sumber daya laut, yang merefleksikan pengalaman historis sekaligus strategi adaptasi mereka dalam menghadapi perubahan lingkungan dan sosial.
Downloads
References
Basir, A., & Yasir, Y. (2017). Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Suku Duano (Suku Laut) dengan Masyarakat Suku Bugis di Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragirihilir. Riau University.
Erkamim, M., Mukhlis, I. R., Putra, P., Adiwarman, M., Rassarandi, F. D., Rumata, N. A., Arrofiqoh, E. N., KN, A. R., Chusnayah, F., & Paddiyatu, N. (2023). Sistem Informasi Geografis (SIG): Teori Komprehensif SIG. PT. Green Pustaka Indonesia.
Erkamim, M., Mukhlis, I. R., Putra, S. T., Mirza Adiwarman, S. T., & Hermawan, E. (2023). Sistem informasi geografis (SIG). Yogyakarta: PT. Green Pustaka Indonesia.
Faisal, G. (2018). Transformasi hunian vernakular suku Duanu, Pesisir timur Sumatera. Selodang Mayang: Jurnal Ilmiah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, 4(1).
Fynnisa, Z., Nugroho, E. D., Sakaria, F. S., Juniatmoko, R., Sinurat, J., Polapa, F. S., Arida, V., Laksani, M. R. T., Siahaya, N., & Situmorang, M. T. N. (2024). Ekologi Perairan. Penerbit Widina.
Putri, H. (2023). Proses Transformasi Bentuk dan Ruang Permukiman di Sub DAS Batanghari Hilir Studi Kasus Kota Jambi Abad ke 19 Sampai Pertengahan Abad ke 20. Universitas Jambi.
Rachmat, R. (2022). Adaptasi Komunikasi Antarbudaya Suku Duano Di Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir. Universitas Islam Riau.
Sanusi, A., Arif, F., & Hasyim, R. S. (2022). Perubahan eksistensi sungai dan pengaruhnya bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat kota cirebon pada masa hindia belanda tahun 1900-1942. Yayasan Wiyata Bestari Samastra.
Susanti, I. S., Komala Dewi, N. I., & Permana, A. Y. (2018). Tatanan teritorial dalam proses transformasi hunian. Jurnal Arsitektur ZONASI, 1(1), 27.
Syarif, E. (2016). Perubahan morfologi permukiman tepi laut Makassar dalam transformasi sosial masyarakat Mariso. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.
Widjaja, S. (2019). Sosial Budaya Masyarakat Maritim. Wawancara: Indra (50 Tahun), Wawancara Pada, 28.
Copyright (c) 2026 Feby Alita Trya Sandi, Sudaryono Sudaryono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







