Pengaruh Beban Kerja dan Tekanan Waktu terhadap Kesehatan Mental Pekerja Jasa Migas

  • Alma Atsila Universitas Indonesia
  • Mila Tejamaya Universitas Indonesia
Keywords: Beban Kerja, Kesehatan Mental, Pekerja Migas, Risiko Psikososial, Tekanan Waktu

Abstract

Industri jasa minyak dan gas (migas) memiliki karakteristik pekerjaan dengan tuntutan kerja tinggi, target operasional yang ketat, serta kondisi kerja dinamis yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental pekerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh job demands terhadap kesehatan mental pekerja pada industri jasa migas. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 100 pekerja onshore dan offshore yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Variabel job demands diukur menggunakan Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ), sedangkan kesehatan mental diukur menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21). Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quantitative demands, emotional demands, dan work pace/time pressure berpengaruh signifikan terhadap kesehatan mental pekerja. Tekanan waktu menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi kesehatan mental dibandingkan dimensi job demands lainnya. Tuntutan operasional yang tinggi, jam kerja panjang, dan tekanan penyelesaian pekerjaan dalam waktu terbatas berpotensi meningkatkan stres, kecemasan, dan kelelahan emosional pekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko psikososial perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri jasa migas. Perusahaan disarankan mengembangkan pengendalian risiko psikososial melalui evaluasi sistem kerja, pengelolaan kelelahan kerja, serta penyediaan program dukungan kesehatan mental bagi pekerja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alali, M., Masood, M. A., Khaled, R., AlQaydi, S., Semerjian, L., Ahmed, F. R., et al. (2026). Psychosocial risks and occupational challenges across workplace sectors in Gulf Cooperation Council countries. Discover Social Science and Health, 6(1), 20. https://doi.org/10.1007/s44155-025-00343-w

British Standards Institution. (2024). ISO 45003: Psychological health and safety at work. https://www.bsigroup.com

Derdowski, L. A., & Mathisen, G. E. (2023). Psychosocial factors and safety in high-risk industries: A systematic literature review. Safety Science, 157, 105948. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2022.105948

European Agency for Safety and Health at Work. (2024). Psychosocial risks and mental health at work. https://osha.europa.eu/en/themes/psychosocial-risks-and-mental-health

Hair, J. F., Jr., Babin, B. J., Black, W. C., & Anderson, R. E. (2018). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage.

Kusmawan, D., Izhar, M. D., & Aswin, B. (2024). Assessing the relationship between mental workload and work fatigue among oil and gas workers in PT X, Jambi Province, Indonesia: PLS-SEM analysis. Journal of Public Health Research, 13(4). https://doi.org/10.1177/22799036241287660

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

World Health Organization. (2022). Mental health at work: Policy brief. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240053052

Published
2026-06-25