Kajian Alternatif Metode Perbaikan Tanah Lunak pada Jalan Tol Trans Sumatera: Analisis dengan Metode Elemen Hingga
Abstract
Jalan merupakan infrastruktur dasar transportasi yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Betung (Sp. Sekayu) Tempino Jambi Seksi 4 Tempino IC Ness menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur strategis. Pada STA 156+300 157+000, perencanaan awal direncanakan dengan metode stripping. Namun, kondisi tanah di lokasi tersebut menunjukkan lapisan tanah lunak yang rentan mengalami penurunan, sebagaimana terbukti dengan terjadinya longsoran pada STA 156+500 156+575 saat tahap konstruksi timbunan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stabilitas timbunan jalan pada lokasi dengan tanah lunak serta mengevaluasi alternatif metode perbaikan tanah yang paling efektif. Beberapa metode yang diusulkan meliputi soil substitution yang dikombinasikan dengan preloading, penggunaan material ringan seperti geofoam, serta metode pile slab. Analisis dilakukan dengan pendekatan numerik menggunakan Metode Elemen Hingga untuk menilai respon tanah dan timbunan terhadap beban yang bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi mengikuti desain Rencana Teknik Akhir (RTA) menghasilkan penurunan sebesar 7,7 cm dalam 1 tahun dan tetap 7,7 cm dalam 10 tahun, sehingga dinilai tidak memenuhi syarat. Metode Soil Substitution 3 m + Preloading menunjukkan performa paling seimbang, dengan penurunan hanya 2 cm baik dalam 1 tahun maupun 10 tahun, sehingga dinyatakan memenuhi. Metode Pile Slab menunjukkan hasil terbaik dengan Safety Factor mencapai 2 baik pada kondisi pseudostatis maupun gempa, sehingga aspek penurunan dan keamanan dinyatakan memenuhi.
Downloads
References
Al Hanif, B., & Al Islami, A. N. (2024). Evaluasi efektivitas metode remove-and-replace pada timbunan jalan di atas tanah lunak menggunakan PLAXIS 2D. Jurnal Geoteknik Indonesia.
Anggraini, M., Pratiksob, & Maizir, H. (2024). Pemodelan penggunaan geofoam EPS 22 sebagai material timbunan ringan di atas tanah lunak menggunakan Plaxis 2D. Jurnal Teknik Sipil dan Infrastruktur.
Badan Standarisasi Nasional Indonesia. (2017). SNI 8460:2017 Persyaratan Perancangan Geoteknik. Persyaratan perancangan geoteknik Vol. 8460.
Bentley. (2022). CONNECT Edition V22.01 - Material Models Manual. Bentley Advancing Infrastructure.
Bjerrum, L., & Simons, N. E. (1960). Comparison of Shear Strength Characteristics of Normally Consolidated Clay. In Research Conference on Shear Strength of Cohesive Soils, ASCE.
Das, B. M. (1993). Mekanika Tanah (Prinsip-prinsip Rekayasa Geoteknis) Jilid 2. Erlangga, Jakarta.
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. (2002). Pedoman Kimpraswil No : Pt T-8-2002-B: Panduan Geoteknik 1 Proses Pembentukan dan Sifat-sifat Dasar Tanah Lunak. Jakarta.
Kenney, T. C. (1959). Discussion of geotechnical properties of Glacial Lake clays. J. Soil Mech. and Found. Div, 85(SM3), 67-79.
La Jayani, dkk. (2020). Analisis rehabilitasi oprit Jembatan Putri Petong menggunakan metode slab on pile dengan bantuan Plaxis. Jurnal Konstruksi dan Transportasi.
Ladd, C. C., Foott, R., Ishihara, K., Schlosser, F., & Poulos, H. G. (1977). Stress-deformation and strength characteristics. In Proceedings of 11th Int. Conf. on Soil Mech. and Found. Eng. Vol. 2, pp. 421-494.
Plaxis 2D. (2024). Geotechnical Engineering Software Bentley.
Sorensen, K. K., & Okkels, N. (2013). Correlation between Drained Shear Strength and Plasticity Index of Undisturbed Overconsolidated Clays. In Proceedings of the 18th International Conference on Soil Mechanics and Geotechnical Engineering.
Terzaghi, K., & Peck, R. B. (1987). Mekanika Tanah Dalam Praktek Rekayasa. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Copyright (c) 2026 Dony Afi Hardono, Herman Wahyudi, Yudhi Lastiasih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







