L'hyponymie Et L'hyperonymie dalam Cerpen Le Chat Botté Karya Charles Perault

  • Erlangga Wahyu Panggih Widodo Universitas Negeri Semarang
Keywords: Semantik, Hyponymie, Hiperonimi, Naratif, Sastra Prancis

Abstract

Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai sistem komunikasi, tetapi juga sebagai sarana mengorganisasikan konsep dan merepresentasikan pengetahuan budaya. Dalam teks sastra, relasi semantik membantu pembaca memahami susunan makna yang berkaitan dengan tokoh, benda, tindakan, dan kategori sosial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hiponimi dan hiperonimi dalam cerpen Le Chat Bottkarya Charles Perrault serta menjelaskan hubungan semantisnya melalui analisis komponensial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data berupa kata dan frasa yang mengandung hubungan makna hierarkis, yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, pembacaan berulang, identifikasi, dan klasifikasi. Data dianalisis menggunakan teori semantik leksikal yang mencakup inklusi ekstensional, inklusi intensional, implikasi, hubungan hierarkis, dan ciri semantik pembeda. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai ranah semantik, meliputi tokoh, hewan, pakaian, bangunan, senjata, transportasi, makanan, alam, tempat, pekerjaan, perlengkapan, emosi, status sosial, pergerakan, anggota tubuh, benda berharga, dan komunikasi. Setiap hiperonim mencakup sejumlah hiponim yang memiliki komponen makna umum sekaligus ciri khusus sebagai pembeda. Relasi tersebut mengorganisasikan kosakata secara sistematis, memperjelas makna leksikal, memperkuat kohesi dan koherensi, serta mendukung penokohan, latar, dan perkembangan narasi. Penelitian menyimpulkan bahwa hiponimi dan hiperonimi merupakan unsur penting dalam struktur semantik Le Chat Bottdan memperlihatkan cara Perrault mengklasifikasikan realitas sosial serta budaya dalam cerita secara terstruktur, kontekstual, dan bermakna mendalam.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arab, S. (n.d.). Hubungan Ontologis antara Bahasa dan Pemikiran: Analisis Filosofis terhadap Pendidikan Bahasa Arab.

Arikunto, S. (2020). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.

Creswell, J. W. C. . J. D. (2024). Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research Design Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (A. Marks (ed.); Fifth Edit). SAGE Publications.

Kasanova, R. (2025). Filsafat Bahasa. CV Eureka Media Aksara.

Nasrullah, R. (2024). Quo Vadis Bahasa? Menegaskan Hubungan Bahasa, Pendidikan, dan Budaya. Badanbahasa. Kemdikbud. Go. Id. Https://Badanbahasa. Kemdikbud. Go. Id/Artikel-Detail/4414/Quo-Vadis-Bahasa-Menegaskan-Hubungan-Bahasa-Pendidikan-Dan-Budaya.

Sholeha, M., Aipassa, S., Kamariah, S. P., Ed, C., Mutiara, A., Setyawati, A., Suari, A. A. P., SS, M., Arumsari, R. D., & SS, M. A. (2026). Pengantar Linguistik: Struktur, Makna, dan Penggunaan Bahasa. PT Bukuloka Literasi Bangsa.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif Dan R%D. In Metodologi Penelitian Kuantitatif Dan R%D. Alfabeta.

Published
2026-06-25